Kau memukul aku seperti hakim mengayunkan palunya, demikian di tengah kepung bayang-bayangmu, aku terpenjara.
Laki-laki yang tunduk pada ibunya, perempuan mana yang tak tunduk padanya.
Munkin ini saat untuk aku akan membaik jika melihat luka yang kamu buat, seperti aku mengenali hari secara utuh jika aku bertemu malam.